Susah Payah Bertahan Hidup Selama Nganggur


 

    `    

Siapa sih yang mau jadi pengangguran? Tapi, ya realitanya itu sudah jadi bagian dari perjalanan hidupku dan mungkin jadi bagian cerita dari ratusan ribu milenial sepertiku.

Perasaannya gimana? Sebetulnya aku sih biasa saja, terkadang depresi sih, tapi wajar. Kenapa aku bisa biasa saja? Karena ini bukan kali pertama aku jadi pengangguran. Sebelumnya aku sudah dua kali jadi penangguran. Pertama saat lulus SMA, aku tiak langsung kuliah, tapi mencari kerja dulu dan sempat nganggur beberapa bulan. Selanjutnya pasca lulus kuliah aku sempat nganggur 8 bulan sebelum diterima kerja sebagai wartawan.

Meski merasa biasa saja, namun ada beberapa hal yang sangat mengangguku sebagai pengangguran kali ini. Pertama situasi keluarga. Yap, Ayahanda kali ini sudah tiada dan kedua, Ibu yang semakin bertambah ubannya karena diterpa sang waktu. Hal ini membuatku resmi sebagai generasi sandwich+pengangguran. Sungguh title yang sangat mengsedihkan apalagi bagi milenial di usia produktif.

Sebagai seorang muslim, haram hukumnya menyerah dengan keadaan. Selama setahun nganggur, qadarullah aku diberikan menjajal beberapa kegiatan. Disini aku akan paparkan apa saja:

1. Tiga bulan pertama aku mencoba berdagang online dengan modal tabungan. Aku mencoba menjual produk-produk elektronik dari satu online shop untuk dijual ke online shop lainnya. Dan hasilnya... gagal total. Produkku sebetulnya ada yang melirik dan beberapa kali terjadi transaksi, hanya saja penjualannya tidak cepat. Hal ini dikarenakan aku tidak memasang iklan. Padahal seharusnya di era kompetisi digital marketing seperti sekarang ini, wajib hukumnya untuk memasang iklan agar produk kita selalu tampil di laman depan toko. 

2. Bulan selanjutnya aku mulai melirik sektor agribisnis, yakni beternak Ikan Cupang. Karena pada tahun 2020-2021, pamor ikan cupang sedang tinggi-tingginya. Satu indukan ikan cupang bisa dihargai 500k-7000k. Oleh karenanya akupun memaksakan dengan modal seadanya membeli beberapa indukan di kisaran harga 300k-500k. 

Singkat kata aku menghabiskan sekitar 3000K untuk memulai usaha ikan cupang. Aku niatkan tidak ingin jadi seller tapi breeder. Dan ini adalah kesalahan fatal bagi pemula. Karena, ternyata pengalaman membuktikan bila beternak cupang tidak semudah tutorial video di Youtube. 

Selama beternak cupang aku mengalami yang namanya burayak mati massal di usia 2 bulan, indukan mati dan sakit pasca di breed, kemudian pertumbuhan burayak yang lambat karena kekurangan pasokan makanan alami, dan hasil anakan yang kurang bagus warna dan form nya (besgel, celo, dan ikan sakit pinggang). 

Dari 300 ikan anakan, hanya tersisa sekitar 70 ekor yang layak jual. Dan tebak, aku belum sempat menjualnya karena harga cupang yang drop di pertengahan 2021. Sekarang cupang-cupang tadi jadi koleksi pribadi saja.

3. Mengikuti kelas Prakerja

Dua usahaku nihil hasil, modal tabungan habis. Namun alhamdulillahnya aku berkesempatan ikut kelas Prakerja gelombang 17. Dapat modal tambahan sebanyak 2400k cuman ya dicicik empat kali lumayan buat nyambung hidup. 

Kelas-kelas prakerja kalau boleh jujur kurang greget sih, karena tidak menjawab kebutuhan market lapangan kerja saat ini. Selain itu, kedalaman materinya sangat kurang. Kelas-kelas yang saya dapatkan sebetulnya bisa saya dapt secara gratis di Youtube dan di beberapa kelas bahkan materi di video Youtube bisa lebih paten.

Tapi, tak apalah yang penting saya dapat tambahan duit. Duit prakerja tadi saya gunakan untuk menutupi kebutuhan usaha diantaranya membeli pakan cupang dan tempat breeding baru. Namun sayang usaha memijahkan cupang kali ini berkali-kali gagal, tidak seperti saat pertama saya memijahkan, setelah diteliti dikarenakan cupang indukan betina hasil anakan sendiri ternyata belum optimal memproduksi telur, penyebabnya karena kualitas pakan yang buruk. Jujur, karena modal saya yang mulai tipis, saya jarang membelikan pakan-pakan alami seperti kutu air dan cacing sutra dan cacing darah. 

4. Mencoba menjadi kreator di Tiktok dan Youtube

Saya mencoba mengedit beberapa video bertema politik dan alhamdulillah mencapai 2k view di tiktok dan 4k view di Youtube. Hal  yang paling melelahkan jadi kreator adalah riset materi dan proses editing video yang cukup lama. Bagi saya yang pemula ini, saya membutuhkan waktu 4 jam untuk riset dan editing video dengan durasi 3 menit. Dan kalau mau dapat duit dari kedua platform lagi butuh effort gak main-main. Akhirnya saya vakum dulu dari aktivitas kreator sembari cari inspirasi.

 Nah itulah sedikit cerita selama gue menganggur. Sebagai pengangguran aku punya kelebihan waktu luang, dan itu yang aku coba manfaatkan semampunya, meski ternyata hasilnya banyak yang tidak maksimal. Terima kasih sudah menyimak.

Komentar

Postingan Populer