Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

GAME BERNAMA KEHIDUPAN

Manusia dengan segala ilusi kebebasannya. Makin dewasa makin ngerti bahwa sebetulnya dunia itu penjara, atau lebih tepatnya penjara berbentuk game virtual. Kalau kita betulan bebas, harusnya kita lebih memilih bisa terbang daripada jalan kaki, kan? Atau memilih terlahir jadi malaikat atau setan sekalian, dengan job yang jelas, atau milih jadi tanah atau tanaman aja gitu... karena akhir mereka itu JELAS. Malaikat abadi, di surga, setan abadi di neraka, mahluk lain lenyap jadi tanah, non eksistent. Kalau w dengan kesadaran penuh milih char apa, w mah jelas milih jadi malaikat lah, meski kerjaannya monoton, emotionless, dan pemikirannya lurus-lurus aja. Siapa juga pengen hidup penuh drama, intrik, dan merasakan jadi "Tuhan?" Ya kan.... kek kurang kerjaan aja, mending kerja nabur air hujan ke bumi sepanjang waktu... selamanya. kalau kita tidak punya emosi gakkan jenuh.  Gak kayak manusia, dengan konsekuensi "Free Will"-nya  maka akhir hidupnya juga masih Gacha,  masih h...

Postingan Terbaru

TUHAN, SAYA LELAH

Nda... Kamu lah yang paling ideal, tapi kamu datang terlalu awal

TERUNTUKMU, PERISHER. SEANDAINYA ENGKAU TIDAK SALAH PAHAM MAKSUD BAIKKU

Unspoken words to you, Dear M

Catatan Pengabdian PNS di Perbatasan Indonesia-Malaysia: Duka

Pengangguran Jadi CPNS

Catatan Pengabdian di Perbatasan Indonesia-Malaysia Part 2

Catatan Pengabdian di Perbatasan Indonesia-Malaysia Part :1

Menerima Nasib Menjadi Generasi Sandwich

Yang Gue Rasakan Menjelang Usia 30 Tahun: Overthinking, Lelah Mental dan My Coping Mechanism