Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Catatan Pengabdian PNS di Perbatasan Indonesia-Malaysia: Duka

 Yang namanya anak rantau pasti merasakan beberapa hal yang akan saya tulis ini. Duka, suka atau tidak suka adalah bagian dari perjalanan hidup manusia. Mesti kita terima, mesti kita rangkul, kalau kata beberapa filsuf seperti Cioran, dan mulai menerima hidup ini apa adanya seperti konsep amorfati yang lekat dengan Nietzche. Rasa duka, membuat depresi, tentu lah. Diantaranya ketika PNS muda sepertiku didinaskan jauh dari kampung halaman ialah, rasa rindu kepada orang tua. Terlebih, bapak telah meninggal dunia dan tinggallah mama. Terkadang perih rasanya kalau mengingat jauhnya jarak dan ini berakibat semakin banyaknya tantangan yang dihadapi untuk hanya sekedar bertemu. Belum lagi kalau dalam kisahku, saat bapak meninggal dulu, aku sedang bekerja di Jakarta. Aku tak sempat menyampaikan salam terakhir untuknya di penghujung usiany, hal ini membekas dalam, di relung hatiku sampai hari ini. Kedua, masa depan yang semakin jauh dari rencana awal. Tentu, beberapa dari kita memiliki renca...

Postingan Terbaru

Pengangguran Jadi CPNS

Catatan Pengabdian di Perbatasan Indonesia-Malaysia Part 2

Catatan Pengabdian di Perbatasan Indonesia-Malaysia Part :1

Menerima Nasib Menjadi Generasi Sandwich

Yang Gue Rasakan Menjelang Usia 30 Tahun: Overthinking, Lelah Mental dan My Coping Mechanism

Tiktokers Madura Kejam Jelas Bukan Anak Emo (Serious Insight)

Instagram Diblokir Karena Pakai Psiphone Pro, Berhasil Normal Kembali

Kesalahan-Kesalahan Yang Biasa Dilakukan Wartawan Baru (Pengalaman Pribadi)

Kamu Harus Nyobain Rasanya Resign!

Pemula, Yuk Main Skateboard ke Kalijodo